Header Ads

Sindikat Narkoba Internasional Ditangkap, Polisi Sita 30 Kg Sabu


BantenPost.Com | Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat berhasil mengungkap jaringan sindikat pengedar narkoba Internasional lintas Jakarta - Bandung. Dari hasil ungkap tersebut, polisi mengamankan empat orang tersangka yakni FJ, TH, RZ, dan MDL.

Sedangkan barang bukti yang disita berupa narkotika jenis sabu seberat 30.370 gram (30,3 Kg), Asset berupa uang tunai Uang Tunai Rp 2,3 M, 2 Unit mobil, 1 Unit sepeda motor 8 unit handphone, buku rekening. Total barang bukti yang diamankan (narkotika dan asset) sebesar Rp 48 Milliar.

Pengungkapan tersebut berawal dari tertangkapnya tersangka FJ beberapa hari lalu dengan barang bukti sabu seberat 500 gram. FJ diketahui sebagai pengedar di kawasan Teluk Gong Jakarta Utara dan juga sebagai pemasok narkoba kepada geng tenda orange yang kerap melakukan penjambretan dimana dalam 8 orang tersangka yang Berhasil diamankan mereka semua positif menggunakan narkoba

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Hengki Haryadi SIK MH mengungkapkan, dari penangkapan terhadap FJ, petugas melakukan pengembangan. Alhasil,  kembali menangkap tersangka TH di kawasan Palmerah Jakarta Barat dengan barang bukti 700 gram sabu.

"Pelaku (TH) ini berperan  sebagai  selaku kurir dan perantara. Kita tangkap di kontrakannya di Palmerah," Ungkap Hengki,  Senin (06/08/18).

Lebih lanjut Hengki menambahkan, anggota polisi anti narkoba dibawah kendali Kasat Narkoba AKBP Erick Frendiz terus melakukan pengembangan terhadap tersangka yang diamankan.

Dari hasil pengembangan tersebut, petugas menangkap (RZ) yang diketahui sebagai kurir dan juga  penjaga gudang penyimpanan narkoba   di Jalan  Walang Sari II Tugu Utara Jakarta Utara.

"Dari tangan RZ kami menyita   2 buah tas yang masing-masing berisikan 9 bungkus narkotika jenis sabu dan 20 bungkus narkotika jenis sabu dengan total berat bruto 29.603 gram," tambah Kapolres.

Dalam mengedarkan narkotika, lanjutnya, RZ dikendalikan oleh MDL yang berperan sebagai pengendali transaksi dan keuangan.

"MDL berhasil kita tangkap  di salah satu Apartemen di Tanjung Duren, Jakarta Barat. Tersangka MDL ini berdomisili di Bandung, ia  ke Jakarta hanya untuk mengendalikan peredaran narkoba yang disimpan di gudang di Jakarta Utara," lanjutnya.

Dari hasil pemeriksaan, diketahui bahwa seluruh jaringan barang haram tersebut dikendalikan oleh seorang napi (PR) yang saat ini berada di salah satu lapas di daerah Jawa Barat.

"PR mengakui mendapatkan narkoba dari jaringan internasional Malaysia Indonesia. Adapun asset uang yang diamankan berasal dari rekening yang dikendalikan bersama oleh PR dan MDL," Katanya.

Akibat perbuatannya, keempat tersangka bakal dijerat Pasal berlapis yakni Pasal 114 ayat (2) Sub 112 UU RI No 35 Tahun 2009 tentang narkotika dan juga Pasal 137  Undang -Undang Republik Indonesia tentang pencucian uang. (Ashari/jnn/R)

No comments

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.