Header Ads

Habib Luthfi Bicara Tentang Islam Nusantara


Dalam sebuah acara Habib Luthfi menjawab perihal Islam Nusantara yang sekarang banyak disalah pahami oleh sebagai warga masyarakat. Berikut penjelasan Islam Nusantara yang disampaikan oleh Maulana Habib Luthfi bin Yahya:

“Yang dimaksud Islam Nusantara yaitu menjaga tradisi Islam Nusantara atau amaliyah Islam nusantara yang dibawa para wali songo, yang dibawa para habaib serta ulama-ulama pendahulu kita seperti tahlilan, rotiban, maulid nabi atau mauludan, ziarah kubur, haul, peringatan nisyfu sa’ban, perigatan nuzulul qur’an dan masih banyak lagi dan itu amaliyah ASWAJA (Ahlussunnah Waljama’ah) yang khas Indonesia atau khas Nusantara.

Jadi ada kelompok yang tidak suka bahkan benci terhadap amalan-amalan aswaja yang disebutkan tadi, lihat Arab Saudi. Dahulu Arab Saudi seperti Indonesia dipegang oleh ulama dan habaib aswaja semua amaliyah di Arab Saudi sama persis dengan Indonesia ada rotiban, mauludan, tahlil, ziarah kubur, haul.

Namun lihat sekarang Arab Saudi berubah. Semua amalan aswaja dihilangkan oleh kelompok-kelompok tertentu yang sekarang dikuasai Wahhabi, dan habaib serta ulama aswaja di Arab Saudi dibunuh, maqom-maqom para wali Allah dihancurkan bahkan maqom Nabi saw juga sempat akan dibongkar.

Alhamdulillah waktu itu NU mengirimkan ulamanya ke arab saudi untuk berdebat langsung. Yang menolak dan melarang pembongkaran maqom Nabi SAW yg waktu itu disebut tim Hijaz dan Islam Nusantara juga bertujuan melindungi serta menjaga maqom-maqom para wali Allah yang ada di Nusantara ini supaya tetap terjaga.

Jangan sampai seperti arab saudi maqom-maqom para wali Allah dihancurkan bahkan rumah Nabi SAW sekarang di Arab Saudi dihancurkan dan dijadikan toilet umum. Oleh karena itu jangan berprasangka buruk bahkan sampai berani memvonis sesat, menyesatkan, murtad, kafir.

Jadi sudah jelas Islam Nusantara itu menjaga dan melindungi amaliyah-amaliyah aswaja atau tradisi-tradisi aswaja yang ada di Nusantara ini serta melindungi maqom-maqom para wali Allah di nusantara ini.

Semoga kita semua dibersihkan hatinya oleh Allah SWT yang maha berkasih sayang dan jangan ikut mengkafirkan dan menyebut sesat.”

Sandi Nurfadhilah

Disampaikan kembali oleh Sandi Nurfadhilah


No comments

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.