Header Ads

Potret Angkutan Kota di Kota Serang Banten


Transportasi umum menjadi aspek penting dalam menunjang mobilitas masyarakat sehari-hari, terutama bagi masyarakat di kota-kota besar. Angkot, Ojek, Bus Kota, Sampai Kereta Api adalah hal yang lumrah  dijumpai sebagai transportasi umum kota-kota besar. Baik penduduk   local atau pun pendatang sangat bergantung dengan keberadaan transportasi umum tersebut, terutama pada Angkutan Kota atau biasa disebut sebagai Angkot. 

Dengan daya angkut yang cukup besar, serta ongkos yang relative murah, angkot menjadi primadona bagi masyarakat banyak.
Sebaga Ibu Kota Provinsi Banten, Kota Serang merupakan pusat pemerintahan se-Provinsi Banten, sehingga memiliki tingkat mobilitas penduduk yang cukup tinggi.

Ditambah lagi dengan keberadaan beberapa Universitas baik Negeri ataupun Swasta di kota Serang yang turut membawa banyak mahasiswa perantau dari berbagai daerah datang ke Kota Serang dan semakin menambah kepadatan kota.

Keadaan ini harus ditunjang dengan transportasi umum yang memadai dan juga mudah diakses baik dalam segi keterjangkauan, maupun informasi trayek yang akurat agar tidak membingung kan pengguna layanan,terutama pada angkot yang menjadi andalan bagi banyak orang.

Sayangnya pengelolaan transportasi umum, khususnya pada Angkot Kota Serang masih terbilang semrawut. Angkot Kota Serang sering kali membingungkan bagi pengguna jasa angkutan umum, karena trayeknya yang tidak jelas, serta rute yang selalu berubah-ubah setiap waktu.

Tidak ada trayek yang tetap bagi setiap angkot karena supir cenderung memilih trayek yang sedang banyak peminatnya, dengan kata lain trayek bisa berubah  kapan saja tergantung permintaan penumpang yang paling banyak kesamaan tujuannya.

Jalur yang dilalui pun tidak selalu sama, karena supir angkot hanya mengikuti saran penumpang terbanyak dalam memilih rute. Kemudian dalam hal tarif yang tidak adil bagi pengguna angkot jarak dekat karena tarif yang disama ratakan baik jarak dekat maupun jarak jauh.

Berdasarkan data yang kami himpun dari kotaserang. com, trayek angkot, nomor angkot, serta warna angkutan umum sudah diatur dalam  SK. Walikota Serang Nomor: 551.23/Kep.74-Huk/2009. Jadi, semua Angkot di Kota Serang sudah di atur dalam hal Trayek, Nomor, warna, serta rute yang dilalui sudah di atur dalam surat keputusan Walikota tersebut. Namun, dalam realitasnya di lapangan ternyata tidak demikian, ternyata pengelolaan serta pengawasannya sangat semrawut dan sangat membingungkan pengguna jasa terutama bagi para pendatang yang baru menginjakan kakinya di Kota Serang.

Sebagai Ibukota Provinsi Banten, Kota Serang  harus menjadi cerminan bagi Kota-kota lain, salah satunya adalah dalam hal pengelolaan transportasi. Jumlah penduduk yang semakin meningkat serta pendatang dari berbagai daerah yang semakin banyak harus dibarengi dengan pengelolaan transportasi yang baik dari pemda setempat.

Karena pengelolaan transportasi umum yang baik dapat dijadikan salah satu  solusi untuk mengatasi kemacetan di Kota-kota besar termasuk Kota Serang.  Untuk itu pemda setempat diharapkan lebih berbenah serta meningkatkan pengawasan terhadap pengelolaan transportasi umum.

Dukungan dari masyarakat pun sangat dibutuhkan untuk keberhasilan transportasi Kota Serang yang lebih baik. Jangan sampai masyarakat kehilangan minatnya kepada transportasi publik dan beralih ke transportasi pribadi dan menambah kemacetan di Kota Serang.

Oleh : Kukuh Widantha Tyagi
Penulis adalah Mahasiswa Jurusan Pendidikan Sosiologi, FKIP UNTIRTA


No comments

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.