Header Ads

Menangkap Optimalisasi Potensi Wisata Lokal Banten


Selayang pandang 

Banten merupakan salah satu provinsi muda yang dibentuk dan ditetapkan berdasarkan UU RI Nomor 23 Tahun 2000.Dengan beragam kekayaan budaya dan potensi yang dimilikinya, banten diamanahkan (diberikan wewenang) untuk mampu berdiri sendiri mengelola dan mengatur wilayahnya (otonomi daerah) dengan tujuan agar mampu mengelaborasi dan memberdayakan Sumber Daya Manusia (SDM) serta Sumber Daya Alam (SDA) yang ada di Banten Untuk kepentingan pengembangan dan kemandiriannya dalam membangun daerah-daerah yang tercakup didalamnya sehingga pada akhirnyapun berimplikasi pada pembangunan nasional.

Wilayah provinsi banten secara administratif dibagi menjadi 4 wilayah kabupaten dan 4 kawasan kota, meliputi kabupaten tangerang, serang, lebak dan kabupaten pandeglang, adapun kawasan kotanya yaitu kota tangerang, kota serang, kota cilegon dan kota tangerang selatan, dengan Kota serang sebagai pusat pemerintahan provinsi banten. Disetiap wilayah didalam kawasan provinsi banten memiliki potensi-potensi lokal yang dapat diberdayakan dan menjadi ciri khas (local wisdom), yakni berupa budaya lokal masyarakat, destinasi wisata, dan beragam artefak-artefak sejarah banten yang masih eksis adanya. Selain itu, Potensi banten di bidang industri dan pertanian (agriculture)pun tak kalah saing dengan provinsi besar lainnya di Indonesia.

Potensi wisata lokal banten

Pertama, kita berangkat dari kota serang yang memiliki potensi wisata yang cukup potensial seperti Benteng Speelwijk, keraton Surosowan, keraton kaibon dan cagar alam pulau dua(Sebagaimana yang tercantum pada website resmi serang kota(https://serangkota.go.id). Beberapa Potensi wisata sejarah tersebut dapat menjadi salah satu ketertarikan para wisatawan baik domestik maupun mancanegara untuk lebih mengenal banten dan sejarahnya. Inilah ajang untuk mengenalkan keberagaman sejarah banten yang dapat dilihat dan dinikmati melalui artefak-artefak sejarahnya.

Kemudian, kita menuju kabupaten serang yang juga memiliki potensiwisata yang luarbiasa untuk diberdayakan, mulai dari wisata pantai cibeureum, pantai Marbella, pantai sambolo, pantai anyer, rumah hutan dicilowong, pulau lima dikasemen, objek wisata napak tilas, pantai marina, pantai pasir putih florida, pantai jambu, pantai karang bolong, pulau tunda, curug bumi padarincang, rawa arum, pulau sangiang, pantai lontar, vihara avalokitesvara, curug cigumawang gunung api Krakatau, danau rawa dano dan masih banyak lainnya.

Selanjutnya adalah kabupaten lebak, kabupaten lebak ini memiliki potensi ekonomi berupa pertanian, pertambangan, perkebunan karet, kelapa sawit, kakao, kopi robusta, aren, cengkeh, kelapa hibrida, lada, pandan, the, jambu mete, panili, jarak pagar, dan kapuk.Selain potensi perkebunan tersebut adapula potensi dalam bidang perikanan di kabupaten lebak berupa perikanan tangkap, dimana potensi lestari untuk perikanan pantai sebesar 3.712,4 ton/tahun dan potensi ZEE sebesar 6.884,84 ton/tahun.Kemudaian ada juga potensi pariwisata seperti air terjun, arung jeram, pemandian air panas, pantai bagedur, pantai sawarna yang terkenal ke mancanegara dan masih banyak lagi jenis pariwisata lainnya.Selanjutnya adajuga potensi yang masih dapat berkembang (Developing sector) yaitu sektor pertambangan dan penggalian serta sektor listrik dan air minum.Lalu ada pula sektor yang relative tertinggal (underdeveloped sector), yaitu sektor industry pengolahan, perdagangan, hotel dan restoran, sektor pengangkutan dan komunikasi serta sektor bangk dan lembaga keuangan lainnya. Terakhir adalah sektor yang akan menjadi pesat yakni sektor perumahan dan sektor ini akan dikhususkan di kecamatan maja.

Kita beralih ke kota tangerang, tangerang selatan dan kabupaten tangerang yang menjadi pusat sektor industridi banten. Kota tangerang selatan merupakan wilayah termuda yang merupakan hasil dari pemekaran otonomi provinsi banten. Kota tangerang selatan merupakan kota dengan potensi industri dan jasa yang cukup menggiurkan apabila dalam pengelolaannya baik dan tepat sesuai dengan kondisi wilayah yang berbatasan dengan wilayah jakarta. Selanjutnya yakni wilayah kabupaten tangerang dan kota tangerang juga merupakan wilayah indutri dengan banyak berdirinya industri pabrik.

Mari kita lanjutkan ke kota cilegon.Kota cilegon memiliki potensi pada sektor pertanian dan pertambangan, industry listrik, gas dan air bersih.Lalu pada sektor perhotelan dan restoran, angkutan dan komunikasi serta bank dan lembaga lainnya. Selain itu, kota cilegon juga memiliki destinasi wisata pantai pulorida, kelapa tujuh, pulo merak besar dan kecil dimerak, wisata sejarah didesa kebonsari kecamatan ciwandan, gunung gede dikecamatan pulo merak dan lain sebagainya.

Terakhir, kita menuju kabupaten pandeglang yang menjadi pusat wisata di provinsi banten.Wilayah kabupaten pandeglang merupakan daerah subur dengan pemandangan alam yang indah sehingga sangat cocok untuk pertanian dan perkebunan. Beragam destinasi wisata seperti taman nasional ujung kulon, gunung pulo sari, gunung karang, gunung asupan dan gunung kotok.

Kemudian ada juga pemandian air gunung cihunjuran, pemandian air panas cisolong dan lain sebagainya. Tak kalah dengan wilayah lainnya di banten, pandeglang juga memiliki kebudayaan unik yang terdapat di desa curuglemo kecamatan mandalawangi yakni dikenal dengan sebutan “nganjingan” yakni kegiatan memburu babi dengan peralatan tradisional yang diselenggarakan setiap hari rabu. (telah diberitakan oleh SeputarBanten.com pada 2016).

Problema optimalisasi potensi wisata di Banten

Beberapa Potensi lokal Banten yang telah dipaparkan diatas hanya sedikit mewakili keberlimpahan kekayaan alam banten, begitu melimpahnya kekayaan dan potensi kewilayahan yang dimiliki provinsi banten ini seharusnya mampu diberdayakan oleh masyarakat lokal banten sehingga menjadi ladang kemandirian ekonomi dalam pembangunan di provinsi Banten.Namunpada kenyataaannya masih minim sekali kesadaran warga masyarakat banten dalam menjaga dan mengelola aset-aset tersebut untuk kepentingan bersama.

Destinasi wisata yang tidak terkelola dengan baik, terjadinya Ketidak seimbangan antara keberagaman sumber daya alam yang relatif tinggi dengan kapasitas sumber daya manusia yang relatif rendah mengakibatkan terjadinya disintegrasi (ketidakterpaduan) dalam pengembangan dan pembangunan ekonomi kemasyarakatan dilingkup kedaerahan di Banten.Ketidak seimbangan tersebut menjadi penyebab mengapa sumber daya alam yang ada dilingkungan sendiri tidak mampu dioptimalkan.

Solusi Penyelesaian

Untuk kembali mengembangkan potensi wisata dibanten, maka perlu adanya gerakan-gerakan nyata baik baik pemerintah pusat maupun daerah untuk membantu secara penuh dalam prosesnya pengembangannya. Beragam cara perlu digalakkan untuk kembali meningkatkan kualitas destinasi wisata melalui pengelolaan keamanan yang baik, tata kelola wisata yang baik pula, mengutamakan kenyamanan para wisatawan dan tak lupa menyuguhkan keindahan destinasi wisata dengan segala pelengkapnya (akses yang mudah dan kekhasan objek wisata). Berikut ini adalah hal yang perlu dilakukan dalam mengembangkan destinasi wisata di banten.

Pertama,adanya penataan kembali destinasi wisata di Provinsi Banten, agar terlihat menarik dan mampu mempertontonkan pesona keindahannya.Hal ini diakukan agar dapat menarik perhatian para wisatawan baik domestik maupun mancanegara dan memberikan kesan yang membekas dalam hatinya, sehingga menimbulkan rasa nyaman dan kerinduan mendalam untuk kembali mengunjungi destinasi wisata di Banten.

Kedua, perlu adanya revitalisasi (menggiatkan kembali) peran aparatur dan warga desa untuk menggali potensi wisata yang ada dilingkungannya. Aparatur dan warga desa harus mensinergiskan pemikiran dan gagasannya serta tindakannya untuk menggali kemudian mengelola potensi wisata yang pada akhirnya pun akan memberikan kebermanfaatan bagi warga desa dan aparatur desa itu sendiri.

Ketiga dan terakhir adalah adanya dukungan penuh dari setiap elemen-elemen yang ada dimasyarakat baik dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat dengan melalui dukungan anggaran.Untuk mengindahkan destinasi wisata perlu adanya perbaikan infrastruktur yang menunjang kemudahan akses transportasi, kemudian membentuk ekonomi kreatif yang bernuansa khas banten untuk menunjang selera konsumsi wisatawan, pengenalan tradisi, pakaian adat dan makanan khas yang ada didaerah wisata tersebut. Ini akan meningkatkan rasa nyamanan para wisatawan dan akan berpengaruh pada keberlanjutan sebagai objek wisata.

Oleh karena itu, Untuk mengembangkan potensi wisata yang ada dibanten, maka perlu terlaksananya ketiga cara tersebut dan terpenuhi satu sama lain. Dan yang berperan aktif dalam hal ini adalah aparatur dan warga desa yang benar-benar mengenal daerahnya sendiri sehingga pemerintah daerah dan pemerintah pusat hanya perlu mendukung melalui penyuntikan anggaran.

Oleh : Muhamad Muhroy Safei
Penulis adalah mahasiswa pendidikan sosiologi FKIP UNTIRTA CIWARU



No comments

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.