Header Ads

Bocah Tewas di Kolam Renang Diduga Tak Berizin, Ini Kata Pengelola


BANTEN POST |  Berita heboh menerpa warga Cikupa dan sekitarnya. Pasalnya, seorang bocah laki laki tewas tenggelam di sebuah kolam renang yang berada di wilayah lingkungan perkantoran Cikupa (Minggu 6/5/2018).

Korban tewas diketahui bernama Panji (8) warga Pasir Awi kecamatan Banjar, informasi tewasnya bocah ini membuat hebohnya warga sekitar, pasalnya kolam renang tersebut diduga belum ada izin operasionalnya dari pemerintah serta masih ada aturan lain yang dilanggar oleh pihak pengelola berkaitan dengan standarnya jasa rekreasi kolam renang.

Menurut keterangan dari Ketua RT setempat Ucup kepada SBNews mengatakan, bahwa kegiatan aktivitas kolam renang ini memang sudah lama berjalan, namun pihaknya tidak pernah menerima pengajuan ataupun lembar persyaratan yang ditandatanganinya termasuk ijin masyarakat setempat, katanya.

Tim dari kepolisian dari jajaran Polsek Kota Pandeglang serta Polres Pandeglang  baru mendatangi Tempat Kejadian Peristiwa (TKP) sekitar jam 20, pasalnya informasi tewasnya bocah tersebut seakan disembunyikan oleh pihak pengelola kolam renang. Bahkan Ketua RT dan RW tidak dikabari atas peristiwa itu.

Saat dimintai keterangannya H. Neno Ruseno M.Pd membenarkan jika ditempatnya telah terjadi korban tenggelamnya anak berumur 8 bernama Panji warga Banjar, katanya.

“Kejadiannya tadi sekitar jam 10 siang, namun pihak kami telah bermusyawarah dengan pihak keluarga korban dan sudah sepakat tidak akan saling menuntut artinya sama- sama menyadari kalau ini adalah musibah,“ katanya.

Lebih lanjut Neno mengatakan, mengenai ijin usahanya yang selama ini menjadi gunjingan pihaknya telah mengurus dahulu ke bagian TARUNGJIN apalagi saat itu yang menjadi Kepalanya Dadan adalah temen saya, namun hingga kini malah terhenti tidak ada tindak lanjutnya, imbuhnya.

(Ipul SBN)



No comments

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.