Header Ads

Ulama Serang Geram, Banyak Cafe Diduga Buka Praktik Maksiat


BantenPost.Com | Pengusaha Cafe dan Resto di Kota Serang diduga menyalahi aturan perijinan serta Perda Nomor 2 tahun 2010, Cafe cafe tersebut dalam operasional tutup melebihi batas waktu yang telah ditentukan oleh Pemkot Serang.

Terkait maraknya usaha cafe dan resto di kota Serang terindikasi tanpa pengawasan dalam waktu operasional serta sajian yang dijual didalam cafe dan resto tersebut, kini terus dikritisi sejumlah pihak.

Menurut Aris Munandar, Wasekjen Perkumpulan GMAKS (Gerakan Moral Anti Kriminalitas)  menjelaskan, bahwa ada beberapa cafe dan resto seperti Olala Cafe, JIM's Cafe yang melaksanakan usahanya hingga pukul 03.00 WIB dini hari.

Selain itu, kata Aris, diduga ada yang menjual para wanita sebagai pemandu lagu (PL) dengan tarif tertentu, bahkan tidak tampak terlihat adanya penjualan makanan dan minuman ringan akan tetapi yang dijual banyak minuman beralkohol seperti Bir.

“Khususnya kepada Walikota Serang dan jajarannya agar dapat melaksanakan amanah perda sesuai dengan yang tetulis didalamnya,” kata Aris.

Atas indikasi tersebut, Aris mempertanyakan, sejauh mana pengawasan pemkot Serang dalam merealisasikan amanah yang terkandung dalam peraturan tersebut.

Jika memang tidak ada upaya untuk melakukan penindakan secara tegas, maka kami akan melakukan upaya hukum berupa gugatan atas dugaan penyalahgunaan wewenang atas pembiaran bagi pelaku usaha cafe dan resto yang tidak ditindak tegas oleh pemkota Serang, imbuhnya.

Tokoh Ulama Kota Serang KH. Enting Abdul Karim mengaku geram atas info yang diperolehnya. Laporan yang dia terima, masalah ijin operasional cafe dan resto ini menyalahi aturan, utamanya masalah penutupan cafe di Kota Serang Madani syaratnya cuman 2 yakni kemauan dan kemampuan.

“ Pemkot Serang itu kemampuan jelas ada, perangkat pemerintahannya sudah jelas  dalam hal ini Satuan Polisi Pamong Praja (SATPOL PP) sebagai penegak Perda,” tegasnya.

Menurut Enting,  payung hukumnya jelas, ada Perda no 02 tahun 2010. Selain itu, ada Perda tentang perizinan juga. “Semua juga sudah tahu cafe-cafe  yang ada itu jelas jelas menyalahi aturan terkait perijinannya," pungkasnya.

Dan syarat yang kedua,  yaitu kemauan Pemkot Serang, kita melihat kemauannya tidak ada untuk menyelesaikan kasus-kasus berkaitan keumatan seperti cafe ini," sesal KH. Enting Abdul Karim, seraya menambahkan jika memang ada praktik maksiat harus segera di tutup.

Sementara Ketua DPRD Kota Serang, H. Namin, SH mengatakan diruang kerjanya pada Kamis (5/5/2018) lalu, pihaknya  sangat berterimakasih atas info adanya dugaan operasional beberapa Cafe dan  Resto di kota Serang yang tutup hingga lewat jam 24.00 WIB. 

Selanjutnya, DPRD akan menindaklanjuti  informasi  tersebut  serta  akan lakukan pemanggilan terhadap Kepala Satpol PP untuk melakukan kroscek tentang kebenaran informasi tersebut.

“Kita akan mengumpulkan OPD terkait untuk melakukan penindakan tegas terhadap pengelola Cafe dan Resto yang beroperasi melebihi aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah kota Serang dan anggota Dewan  akan melakukan sidak langsung ke beberapa Cafe dan  Resto yang diduga beroperasi tidak mematuhi aturan," demikian Namin.

Jurnalis : Ipul SBN
Editor    : Niki Putune Sinten

No comments

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.