Header Ads

Polisi Serang Sita Miras Oplosan dari Warung Milik Inul


BantenPost.Com | Jawa Barat darurat minuman keras (Miras) oplosan. Gara-gara banyak diproduksi secara gelap dan diedarkan, puluhan atau bahkan mencapai ratusan orang yang coba-coba mengkonsumsi malah jadi korban.

Guna mengantisipasi trend yang menggejala tersebut, puluhan personil dari Satuan Reserse Narkoba Polres Serang menggelar operasi minuman keras (Miras) disejumlah lokasi di wilayah Serang Timur, Rabu (10/4) malam.

Hasil dari operasi yang digelar tersebut, petugas berhasil mengamankan ratusan botol minuman keras (Miras) berbagai merk serta Miras oplosan dalam kemasan botol air mineral.

Kasat Resnarkoba Polres Serang, AKP Nana Supriyatna mengatakan operasi miras ini merupakan kegiatan rutin untuk mencegah merebaknya peredaran Miras di wilayah hukum Polres Serang.

Selain itu, Operasi dilakukan sebagai bentuk antisipasi jajaran Polres Serang menyusul adanya puluhan warga yang meninggal akibat menenggak Miras oplosan di sejumlah daerah di Jawa Barat dan Jawa Tengah.

“Jadi, operasi ini merupakan kegiatan rutin. Tujuannya untuk menekan merebaknya peredaran Miras. Operasi kali ini juga ada kaitan dengan kejadian puluhan warga yang tewas akibat Miras,” tegas Kasat, Kamis (12/4).

Dari operasi tadi malam, pihaknya berhasil diamankan dari sejumlah tempat sebanyak 252 botol Miras berbagai merk dengan kandungan alkohol diatas 10 persen.

Selain itu,  petugas juga mengamankan 65 botol air mineral berisi Miras oplosan yang disita dari warung milik Inul (42) di Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang.

“Miras oplosan yang kami sita, belum diketahui kadar alkoholnya. Tapi diprediksi lebih tinggi kadar alkoholnya, dibandingkan dengan yang bermerk. Untuk para pemiliknya, kita data dan diberikan peringatan. Kalau nanti ketahuan menjual lagi akan kita proses hukum,” pungkas AKP Nana Supriyatna. (agus)

No comments

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.