Header Ads

LEMKAPI Puji Komitmen TNI-Polri Jaga Netralitas Pilkada


BantenPost.Com | Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) menilai kunjungan bersama Kapolri Jendral Tito Karnavian dan Panglima TNI Jendral TNI Hadi Tjahjanto ke sejumlah daerah yang akan melaksanakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) mendapat apresiasi dari masyarakat.

Makna dari kunjungan tersebut dapat menunjukkan kepada masyarakat bahwa sinergitas TNI dan Polri saat ini sangat bagus. Bahkan bisa disebut bahwa kegiatan kedua pimpinan aparat negara, juga merupakan wujud komitmen Polri dan TNI yang akan bekerja keras dan bertekad menjaga netralitas dalam pelaksanaan pra, hari H serta pasca Pilkada.

“Kita puji Kapolri dan Panglima TNI yang secara tegas memberikan jaminan bahwa  aparat keamanan akan netral dan lebih mengedepankan  profesionalisme dalam tugas,” kata Direktur Eksekutif Lemkapi, Dr H Edi Saputra Hasibuan kepada PBK, Rabu (25/4) di Jakarta. 

Menurut mantan anggota Kompolnas lebih lanjut bahwa pengarahan bersama Kapolri dan Panglima TNI kepada seluruh jajarannya di daerah, memberikan dampak bagus  dan positif di dalam tugas di lapangan. Masyarakat pun akan semakin percaya bahwa Polri dan TNI netral.

Ditambahkannya bahwa berdasarkan hasil penelitian Lemkapi sendiri kepada masyarakat di sejumlah daerah, menyebutkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri dan TNI bisa netral dalam Pilkada dan Pilpres tambah menguat.

Sebab keraguan masyarakat, sebelumnya muncul, karena saat ini ada sejumlah calon kepala daerah yang berasal dari pensiunan Polri dan TNI.

“Kita percaya, Bapak Kapolri dan Bapak Panglima TNI, akan tegas dalam menindak anak buahnya, jika ditemukan bukti tidak netral  dalam Pilkada.” pungkas pria Batak yang lulusan doktor bidang ilmu hukum tersebut. (Agus PBK)


No comments

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.