Header Ads

IMO Banten Kritisi Larangan Ambil Gambar Anggota Dewan Saat Reses


BantenPost.Com | Insiden pelarangan terhadap wartawan mengambil gambar pada kegiatan reses  yang dilakukan oleh H. Jaini, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Banten Fraksi Golkar, mendapat tanggapan serius dari DPW IMO, Yunius Lase.

Insiden larangan terhadap wartawan tersebut terjadi pada Selasa (13/03/2018) di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Darul Ilmi, Kampung Cangklung Desa Cangklung Kecamatan Kosambi Kabupaten Tangerang, tempat dilakukannya kegiatan reses.

Terkait hal ini, Yunius Lase selaku Ketua Dewan Perwakilan Wilayah Ikatan Media Online (DPW IMO) Provinsi Banten ikut angkat bicara.

Menurutnya, sikap anggota DPRD Provinsi Banten yang terkesan ingin menutupi informasi ini dinilai telah mencerminkan kinerja yang buruk dan sebuah prilaku yang tidak profesional dari seorang wakil rakyat di mata publik.

Pasalnya, diduga adanya intervensi publikasi yang dilakukan oleh anggota DPRD Banten tersebut terhadap wartawan. Dalam sebuah acara kegiatan reses anggota dewan, yang ketika itu dipimpin beliau. Yaitu dengan cara melarang wartawan mengambil foto kegiatan tersebut.

Lase mengingatkan, bahwa wartawan merupakan sumber corong informasi. Sehingga, dalam menjalankan tugas kewartawanannya telah dilindungi Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang pers.

“Konsekwensinya, wartawan hanyalah seorang kuli tinta yang dituntut memiliki jiwa sosial yang tinggi. Mengingat terkadang mereka tidak mengenal tempat dan waktu dalam mencari sumber informasi, agar dapat terkemas hingga tersiarnya sajian informasi, dapat dikonsumsi publik dengan baik,” tambah lase

Dengan demikian, kata Yunius Lase menambahkan, “Agar ke depannya tidak ada lagi kejadian yang serupa. Kemudian segala sesuatunya yang telah terjadi dapat dijadikan renungan bersama,” tutupnya.

(Red/IMO Banten)

No comments

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.