Header Ads

Hari Ini Presiden Jokowi Kunjungi Ponpes An Nawawi Tanara, 1000 Polisi Banten Disiagakan


BantenPost.Com | Hari ini (Rabu/14/3), menurut rencana Pondok Pesantren An Nawawi Tanara, Kabupaten Serang akan  dikunjungi Presiden Joko Widodo.

Terkait kunjungan Presiden ke Banten tersebut, ribuan personel TNI Polri dikerahkan guna mengawal kedatangan presiden.

Kapolda Banten Brigjen Pol Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa pengamanan akan dilakukan di beberapa titik kegiatan. Mulai sepanjang jalur menuju Tanara dan sejumlah titik lainnya.

“Informasinya akan ada titik kunjungan lain. Semuanya tetap menjadi prioritas,” ucap Kapolda kepada wartawan, Selasa (13/3).

Brigjen Pol Listyo Sigit Prabowo yang juga mantan ajudan Joko Widodo menambahkan kepolisian sendiri menurunkan sekitar 1.000 personel yang akan dikerahkan. Personel itu dari jajaran Polda Banten, Polres Serang, dan Polsek Tanara.

“TNI pun dikabarkan akan menerjukan personel dengan jumlah yang sama,” tutur Kapolda.

Sementara itu Danrem 064/MY, Kolonel Czi Ito Herdiarto memaparkan kunjungan presiden itu merupakan hal wajar sebagai kepala negara. “Kita sudah berkoordinasi dengan beberapa pihak untuk menjaga keamanan bersama-sama,” tuturnya.

Terkait segi pengamanan, menurut Ito, akan dilakukan secara maksimal. Bukan hanya dari Banten, namun juga dari Jawa Barat. “Semuanya kita kerahkan, karena ini kedaulatan negara,” ucap dia.

Presiden Joko Widodo dikabarkan akan mengunjungi Pondok Pesantren Tanara untuk menghadiri peluncuran program Lembaga Keuangan Mikro Syariah Wafa Mandiri dan Silaturahim dengan keluarga besar Pondok Pesantren An Nawawi Tanara.

Pada bagian lain, Presiden Jokowi dikabarkan akan menyerahkan Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Program Keluarga Harapan (PKH) serta sertifikat tanah. (Agus/ Red)

No comments

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.