
BANTENPOST - Secara umum masyarakat memandang seorang tersangka korupsi atas dasar bendera partai politik asalnya, bukan secara individu. Begitupun dengan kasus dugaan korupsi yang menjerat Emir Moeis dan Zulkarnaen Djabar, tentu yang dilihat adalah partainya.
Dan dipastikan, akan mempengaruhi elektabilitas partai mereka berasal, seperti yang pernah dialami Partai Demokrat ketika beberapa petingginya terjerat korupsi.
"Artinya, secara umum warna yang terlihat di masyarakat adalah warna partai. Contohnya, Partai Demokrat, biarpun yang terjerat kasus hukum itu individu, tetap warnanya Partai Demokrat biru. Sama dengan Zulkarnaen Djabbar tersandung kasus Al Quran walaupun dia katakan tidak ada hubungannya dengan Golkar tapi tetap warnanya kuning. Sama halnya dengan Pak Emir Moeis, warnyanya PDIP merah," kata Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Max Sopacua kepada wartawan digedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (27/7).
Meskipun kader yang bersangkutan membantah, orang akan tetap melihat dia partainya, lanjutnya.
Mengenai cara untuk memulihkan elektabilitas yang terlanjur turun, dikatakan Max itu tergantung dapur masing-masing partai untuk mengolah. "Kalau Partai Demokrat sendiri menyerahkan sepenuhnya ke proses hukum. Kami juga menindak tegas kader yang tersangkut hukum, menonaktifkan begitu jadi tersangka," demikian Max. (RMOL/ARP)





