Header Ads

Geger di Asphurindo, Polisi Segera Panggil 2 Tersangka


BantenPost.Com | Bertempat di Kantor Sekretariat ASPHURINDO di kawasan Kuningan Jakarta Selatan, dalam jumpa pers siang tadi, Kuasa Hukum tetap Asphurindo (versi Munas-Bogor), Razman Arif Nasution menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya terkait penetapan tersangka pemalsuan dokumen otentik oleh kubu Magnatis (Ketum versi Munaslub-Bali) sesuai SP2HP per 30 Oktober 2017 lalu, pihak kepolisian segera memanggil para tersangka dalam waktu dekat.

Demikian hal itu diungkap dalam jumpa pers yang digelar pada Selasa di Kantor Sekretariat Asphurindo. Jakarta Selatan, Selasa. (13/2)

Kuasa Hukum tetap Asphurindo (kubu Syam Resfiadi), Razman Arif Nasution menyampaikan bahwa pihaknya sudah berkordinasi dengan pihak Polda terkait penetapan 2 tersangka kepengurusan Asphurindo (kubu Magnatis) sesuai SP2HP per 30 Oktober 2017 lalu, pihak kepolisian akan segera memanggil para tersangka dalam waktu dekat.

“Saya selaku kuasa hukum tetap Asphurindo (Munas Bogor) sudah berkordinasi dengan pihak Polda Metro Jaya melalui Kanit Kriminal Umum bapak Yusri Kompong, Kasubdit I Harda AKBP Nur Edy terkait SP2HP per 30 Oktober 2017 lalu, maka Inshaa Allah dalam waktu dekat pihak kubu Magnatis akan segara dipanggil dan saya mendesak pihak kepolisian untuk ditahan supaya memberikan efek jera,” ungkap Razman.

Lebih jauh Razman A Nasution juga menjelaskan, pihak Polda Metro Jaya telah melakukan gelar perkara pada 13 Oktober 2017 lalu yang kemudian berlanjut dengan terbitnya SP2HP per tanggal 30 Oktober 2017 lalu, Pihak kepolisian, sudah menetapkan 2 tersangka yang terbukti melakukan pemalsuan dokumen akte otentik.

“Berdasarkan fakta tersebut, sudah ada 2 tersangka yang ditetapkan yang tentu akan dikembangkan, siapa lagi yang akan terlibat,” ujarnya.

Sementara itu, terkait adanya gugatan di PTUN, itu hal yang berbeda. "Silahkan gugat  ke PTUN, kita juga akan banding. PTUN yah PTUN, pidana yah pidana dan kami akan terus kejar,” tambah Razman.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Asphurindo (Versi Munas Bogor), Syam Resfiadi  juga turut menambahkan, “Bila kita melihat ke belakang, saya melihat ada ketidak puasan dari pihak pengurus lama terhadap pengurus baru. Kita sudah coba melakukan mediasi kepada pihak ternyata tidak menemukan titik terang, yang ada pihak mereka membuat kepengurusan abal-abal  yang mana terbukti ada pemalsuan.”

“Terkait pernyataan kuasa hukum kubu Magnatis, Ikhsan Abdullah dalam jumpa pers beberapa waktu lalu yang menggembar gemborkan kepengurusan yang sah berdasarkan PTUN, padahal tidak ada keputusan pengadilan yang absolut sebelum mahkamah yang memutuskan hasil dari pengadilan tersebut, atau belum inkrah. Pihak kami juga akan mengajukan kasasi ke MA dalam waktu dekat," tutup Syam

Jurnalis : M Ichsan

No comments

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.