Header Ads

Diduga Menerima Rp 6 miliar, KPK Masih Hitung Dolar Zumi Zola


BantenPost.com | Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (2/2/2018) menetapkan Gubernur Jambi Zumi Zola sebagai tersangka dan diduga menerima Rp 6 miliar terkait dengan proyek-proyek di Jambi. Zumi terancam hukuman pidana maksimal 20 tahun penjara.

Selain Zumi, KPK juga menetapkan Plt Kadis PU Jambi Arfan sebagai tersangka. Arfan sebelumnya telah dijerat KPK terkait kasus suap ‘duit ketok’ pemulusan APBD Jambi 2018.

“Keduanya disangkakan Pasal 12 B atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP,” ucap

Selain itu KPK telah menyita sejumlah dokumen serta uang pecahan dolar Amerika Serikat (AS) terkait kasus gratifikasi yang diterima Gubernur Jambi Zumi Zola. Dokumen dan uang itu ditemukan dari 3 lokasi.

“Menyita dokumen dan uang pecahan Amerika dari penggeledahan yang dilakukan pada Rabu hingga Kamis, 31 Januari 2018 sampai 1 Februari 2018,” Basaria

“Penggeledahan di 3 lokasi, di rumah dinas Gubernur Jambi, di vila Gubernur Jambi dan di rumah seorang saksi di Kota Jambi,” imbuh Basaria.

“Meski telah melakukan penyitaan uang pecahan dolar AS, KPK belum dapat memastikan jumlahnya. Jumlah uang masih dalam perhitungan karena tim masih di lapangan,” tegas Basaria.

No comments

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.