Header Ads

Diduga Mau Peras Pedagang Elpiji, 4 Oknum Wartawan Dihajar Warga


BantenPost.com | Ini terjadi di wilayah Kota Serang. Diduga mau memeras sejumlah pedagang gas elpiji, empat oknum wartawan dikeroyok warga satu desa di Kampung Sindang Kasih, Desa Terate, Kecamatan Kramatwatu, Kota Serang, Sabtu (13/1) kemarin.

Keempat oknum wartawan masing-masing dengan kartu tugas Media Target Buser dan Detektif Banten jadi bulan-bulanan warga karena diduga berusaha memeras sejumlah pedagang gas elpiji ukuran 3 kilogram.

Mereka adalah Supriyadi (37) warga Desa Sukanegara, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang, Yoki Neka Putra (20) warga Desa/Kecamatan Kragilan, Serang, Alfian (50) warga Desa Nyompok, Kecamatan Kopo, Serang dan Samsul Arif Hadi (42) warga Desa/Kecamatan Kasemen, Kota Serang.

Mapolsek Kramatwatu menahan keempat oknum wartawan tersebut. Sedangkan dari keterangan di tempat kejadian perkara (TKP), sebelum diamuk massa, keempat oknum wartawan ini mendatangi pangkalan LPG milik Astati di Lingkungan Kedaleman, Kota Cilegon.

Apendi (28) yang kebetulan sedang menjaga didatangi keempat pelaku dengan memaksa ingin bertemu pemilik pangkalan. Karena pemilik tak ada, Apendi akhirnya memberikan uang sebesar Rp 300 ribu.

Setelah menerima uang, keempat pelaku kemudian pergi dan kemudian mampir ke warung milik Rosai (50), pedagang eceran LPG. Kepada Rosai, keempat pelaku menanyakan harga jual LPG 3 kg dan dijawab seharga Rp 20 ribu.

Rosai selanjutnya diintimidasi pelaku telah tertangkap tangan menjual LPG bersubsidi diatas harga pemerintah. Pelaku kemudian menawarkan tawaran kepada korban mau dilanjut atau diselesaikan di tempat.

Berpura-pura akan mengambil uang, Rosai menghubungi Suherman, rekannya sesama penjual LPG.

Begitu mendapat laporan adanya upaya pemerasan, Suherman bersama puluhan warga kemudian mendatangi warung Rosai. Setelah terjadi perdebatan, keempat oknum wartawan ini semakin tersudut dan warga mulai memukuli keempat pelaku.

Secara kebetulan kejadian tersebut dilihat oleh kepala desa setempat dan langsung melaporkannya ke Mapolsek Kramatwatu. Petugas pun yang dipimpin Kanit Sabhara AKP Toto langsung datang ke lokasi.
Keempat tersangka diamankan dalam rumah, namun ratusan warga sudah mengepung.

AKP Toto kemudian berusaha membawa keempat pelaku ke dalam mobil setelah warga berjanji tidak memukuli. Namun tetap saja warga yang emosial melampiaskan bogem mentah.

Kapolres Serang Kota, AKBP Komarudin saat dikonfirmasi Minggu (14/ membenarkan kejadian tersebut. Berkat kecepatan petugas polsek menindaklanjuti laporan, keempat pelaku selamat dari amukan massa dan kini sudah diamankan di Mapolsek Kramatwatu. Sejumlah barang bukti pun, sudah diamankan untuk proses penyidikan.

“Mengacu dari hasil pemeriksaan, pihaknya melimpahkan kasus tersebut ke Mapolres Cilegon. Sesuai dengan TKP awal, masuk wilayah Kota Cilegon,” tegas Kapolres dihubungi melalui sambungan telepon selulernya. (Agus / PBK)

No comments

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.