Header Ads

Dedi Mulyadi : Kita Harus Belajar Pengelolaan Anggaran Pada Orang Kampung


Bantenpost.Com | Ai Sumarni (38) warga Kampung Payonah, Desa Cipelah, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung menangis tersedu. Ia menceritakan keluh kesah hidupnya kepada bakal calon Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Dedi yang sejak beberapa tahun lalu sering menyapa masyarakat secara langsung itu hadir di desa tersebut pada Jum’at, (19/1) malam.

Kepada Dedi, buruh tani itu bercerita bahwa hanya mengelola uang sebesar Rp20 ribu per hari. Jumlah tersebut diperoleh dari upahnya sebagai buruh tani dan penghasilan suaminya, Asep (41) sebagai tukang ojek di Pasar Cipelah.

“Kerja sebagai buruh tani Pak, suami jadi tukang ojek. Penghasilan kami cuma Rp25 ribu sehari, padahal ada 4 anak yang harus diurus,” katanya.

Meski tidak tamat menjalani pendidikan di sekolah dasar, Ai memiliki tekad yang kuat agar semua anaknya dapat mengenyam pendidikan tinggi. Tekad tersebut diakui Ai selalu ia ikhtiarkan meskipun penghasilan dia dan suaminya pas-pasan.

“Ojek kan gak tentu. Saya bantu-bantu jadi butuh tani, pernah sih ingin jadi TKI, tapi kasihan anak-anak,” ujarnya lirih.

Menurut Dedi, Ai merupakan sosok wanita kuat dan cerdas. Meski tidak pernah merasakan pendidikan formal, ia mampu melakukan pengelolaan keuangan keluarga dengan baik. Anehnya, kata Dedi, orang yang tidak berpendidikan sering menerima stigma sebagai orang bodoh.

“Sehari Rp20 ribu berarti sebulan Rp600 ribu. Ibu Ai adalah ahli ekonomi yang sebenarnya. Karena ahli ekonomi pun belum tentu bisa mengelola uang segitu. Ditambah, Ibu Ai mampu bekerja mandiri meskipun tidak lulus SD,” kata Dedi.(Agus3)

No comments

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.