Header Ads

Pemilik Rumah Gedek Ini Berharap Ikut Dalam Program Rutilahu


BantenPost.Com | Seorang warga dari Desa Cemplang, Jawilan Serang Banten berharap ada yang bermurah hati untuk mengikut sertakan rumahnya dalam program rutilahu (Rumah layak huni). Pasalnya, rumah yang dimilikinya tak layak huni.

Adalah Marsudin (26) bersama istri serta kedua anaknya yang tinggal dirumah gedek terbuat dari bambu itu. Luas rumahnya hanya 4 x 2 setengah meter. Dinding bilik, dengan lantai dari bambu (amben atau gedek).

Rumah gedek milik Marsudin ini 3 x 2 setengah meter untuk dijadikan kamar tidur, 1 x 2 setengah meter  dijadikan ruangan penyekat kamar, sungguh sangat memprihatinkan.

"Ya, beginilah keadaan saya, harus bagaimana lagi," jelas Warga  RT 022 RW 005, Kampung Bendo Sari, Desa Cemplang, Kecamatan Jawilan, Serang Banten ini.

Marsudin hanya pekerja serabutan paling besar penghasilannya / bulan hanya Rp. 1.200.000 Rupiah jangankan untuk bangun rumah untuk makan  istri dan  kedua anaknya pun masih kekurangan, serta salah satu anaknya yang paling besar kelas 1, yang sedang menimba ilmu disekolah Madrasah Ibtidaiyah (MI) Curug Sari.

"Iya pak,  jangankan untuk bangun rumah untuk makan saja kami kekurangan ditambah sekarang anak yang paling besar sudah masuk sekolah jadi semakin banyak pengeluaran yang harus di tanggung," ucap Marsudin

Marsudin berharap ada pihak pihak terkait yang mau membantu mengajukan rumahnya kedalam program bedah rumah.

Dirinya bukan tidak mau berusaha  membangun rumah atas kerja kerasnya, karena faktor dari penghasilan yang minim hanya kerja serabutan dan faktor pendidikan yang sulit untuk diterima di sebuah perusahaan besar.

"saya kerja serabutan dengan penghasilan yang kecil, dan saya pun sekolah bukan lulusan SLTA bagaimana perusahaan besar mau nerima saya," jelasnya

Nurdin, ketua RT 022/005, membenarkan warganya kesulitan. Bahkan dia menyebutkan warga yang hidup digaris kemiskinan dengan ekonomi menengah kebawah diwilayah RT 022 sangat banyak, jadi bukan hanya marsudin yang masuk kategori Rumah Tidak Layak Huni (RUTILAHU). (ipul)




No comments

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.