Header Ads

Lisda Rawdha, Memaknai Seni dalam Hidup


BantenPost.Com | Kata orang kulit putih berhidung mancung (baca orang Inggris-Pen), ‘art for art” yang artinya seni untuk seni. Salah satu maksudnya mungkin (ini menurut saya) hanya orang berjiwa seni lah yang memahami dan paham bagaimana orang yang berjiwa seni itu.

Jika anda tidak berjiwa seni, misalnya seni suara, bernyanyi, ketika anda melihat orang tua bernyanyi anda akan  menilai si tua bangka itu kok masih bernyanyi? Gak malu tu sama anak cucu?

Orang berjiwa seni pada umumnya memiliki jiwa  empati melebihi rata rata orang yang tidak memiliki jiwa seni dan jika dia menjadi pemimpin,  dia akan jadi  pemimpin yang jujur.

Anda ingat Jendral Polisi Hoegeng Kapolri yang memiliki kejujuran sama dengan polisi tidur itu setelah pensiun  beliau sering tampil di layar TVRI kala itu dengan grup Hawaiin Senior nya.

Kalau anda dibawah 50 tahun mungkin tidak pernah melihat penampilan alm Jendral Polisi Hoegeng semasa hidupnya  memegang gitar Hawaii mengiringi penyanyinya melantunkan lagu berirama Hawai.

Memiliki bakat seni dapat dijadikan sebagai modal untuk jadi pemimpin. Pemimpin jelas akan menghadapi berbagai persoalan. Orang yang memiliki jiwa seni, apabila dia sempat jadi pemimpin,  dia akan peka terhadap ritme nada yang ada di lingkungannya.



Foto yang saya tampilkan dalam tulisan foto Bupati Pesisir Selatan, Sumbar, Hendrajoni Dt Bandobasou bersama istrinya Lisda Rawdha.

Sang istri memiliki suara merdu, pernah masuk dapur rekaman membawakan lagu lagu berirama qasidah. Konon CD lagu itu laris terjual ribuan keping, bahkan sampai  dicopy ulang.

Kepintaran Lisda Rawdha bernyanyi menularkan  pada suaminya yang mantan polisi berpangkat AKBP ini, sehingga pasangan suami istri  Bupati Pessel ini masuk dapur rekaman membawakan lagu lagu dengan mengambil shooting diberbagai lokasi destinasi wisata di kabupaten yang memiliki julukan Negeri Sejuta Pesona ini.

Pada Minggu lalu kedua laki bini ini pergi memenuhi undangan baralek (kondangan), mereka memakai stelan batik produk warga Lumpo Kecamatan IV Jurai. BatikTanah  Liek.

Lisda Rawdha mantan peragawati dengan body bak sampaian Kawek (tali jemuran kawat) ditaruh goni pun masih terlihat rancak. Apalagi jika ditubuhnya berbalut kain baru dangan kwalitas bersaing, akan terlihat seperti dalam gambar diatas.


Kalau anda jalan jalan ke Pesisir Selatan, jangan hanya menikmati keindahan alamnya Pantai Carocok dengan pulau Cingkuak, dan kawasan wisata Mandeh yang telah mulai mendunia itu, tapi jangan lupa membeli Cendramata kain Batik Tanah Liek hasil produksi masyarakat Lumpo IV Jurai dan Lunang Silaut milik Dewi Busana Colection. Kini sudah ada galerinya di Carocok Painan.

Anda tinggal pilih motif apa yang ada sukai.

Untuk membuktikannya silahkan datang ke Pesisir Selatan, Sumatera Barat. (Doli/YY)



No comments

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.