Latest News
Friday, November 17, 2017

GTAR Desak Kejati Banten Usut Dugaan Penyimpangan Dana Desa


Bantenpost.com |
Kasus dugaan penyimpangan atas penggunaan Anggaran Dana Desa (ADD) yang dilakukan oleh Oknum Kepala Desa Saga Kecamatan Balaraja Kabupaten Serang, beberapa hari lalu telah dilaporkan oleh salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Transparansi Anggaran Rakyat (GTAR) Kabupaten Tangerang.

LSM GTAR telah melapor kepada Kejaksaan Tinggi Banten. Asep Supriatna Ketua LSM GTAR mendesak kepada pihak Kejaksaan Tinggi Banten untuk serius mengusut dugaan Penyimpangan Penggunaan Anggaran Dana Desa Saga tersebut pada Jumat (17/11/2017).

Asep mengatakan, “Kasus dugaan penyimpangan anggaran dana desa ini sudah kami dilaporkan sejak senin (23/10/2017) dengan resmi. Laporan yang kami sampaikan ini disertai bukti tanda terima dari Kejaksaan Tinggi Banten. Untuk itu kami mendesak agar pihak Kejati Banten serius dalam mengusut laporan dari masyarakat,” paparnya.

Dirinya menjelaskan ada beberapa dugaan kejanggalan terkait proses pencairan Dana Desa tahap I yang terjadi sekitar bulan Juni di mana proses pencairan Dana Desa tersebut senilai Rp 300 juta diduga tidak diketahui oleh bendahara keuangan desa akan tetapi dana tersebut bisa cair.

Menurut keterangan dari bendahara keuangan Desa Saga, bendahara tersebut merasa tidak pernah melakukan tanda tangan pencairan karena dari pengakuan bendahara proses pencairan di Bank tidak dilibatkan akan tetapi anggaran dana desa itu bisa dicairkan.

Kami duga dalam proses pencairan anggaran ada kejanggalan dikarenakan selang 4 hari sejak uang tersebut dicairkan dari Bank, bendahara desa langsung mengundurkan diri.

“Kenapa uang itu bisa cair sedangkan bendahara desa tidak pernah melakukan tanda tangan proses pencairan”, papar Asep.

“Saya berharap pihak Kejati Banten untuk transparan dan terbuka dalam melakukan pemeriksaan atau pemanggilan atas Kepala Desa Saga Kecamatan Balaraja dan tidak tebang pilih dalam menangani suatu delik laporan dari lembaga,” pinta asep.

Asep menambahkan dirinya telah mendapatkan informasi di lapangan bahwa laporan yang kami sampaikan kepada pihak Kejati Banten diduga ada oknum dari pihak Kejati yang coba melakukan pertemuan di luar prosedur.

“Informasi ini sudah ramai di wilayah kami. Namun kami belum bisa memastikan siapa oknum yang diduga bermain ini, karena sampai saat ini kami sedang melakukan pengumpulan informasi di lapangan,” tutur Asep.

Jika memang itu terjadi dan ada oknum Kejati yang bermain di luar prosedur, kami dari lembaga akan segera membuat surat audensi kepada Kejati Banten dan kami akan mengirim surat kepada Jaksa Agung Pengawasan (Jamwas) di Jakarta, selain itu kami pun akan melakukan gerakan aksi ke Kejaksaan tinggi Banten sebagai seruan moral agar pihak kejati profisional dan transpatan dalam mengungkap sebuah persoalan.

“Dalam waktu dekat kami akan turun melakukan gerakan aksi sebagai seruan moral saja,” paparnya, sebagaimana dikutip iglobalnews. (IGN/R-01)
  • Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a Comment

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Item Reviewed: GTAR Desak Kejati Banten Usut Dugaan Penyimpangan Dana Desa Rating: 5 Reviewed By: Banten Post