Latest News
Friday, November 24, 2017

Aktifis Banten Gaungkan Gerakan Perlindungan Anak Sekampung


BantenPost.Com | Langkah strategis untuk menutus mata rantai kekerasan terhadap anak di wilayah hukum Banten tidak cukup dilakukan orang perorang maupun keluarga, tetapi idealnya harus dilakukan dengan keterlibatan masyarakat sekampung.

Demikian disampaikan M. Uut  Lufthi, SH, MH Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Propinsi Banten dalam Seminar Nasional  yang diselenggarakan Fakultas Hukum Universitas Sri Geng Tirtayasa (UNTIRTA), hari ini.

Langkah strategis lainnya, kata Lufthi, adalah dengan membangun dan menciptakan dapur perlindungan anak berbasis kampus.

"Mahasiswa sebagai generasi penerus keluarga di masa mendatang, dan menjadi calon pemimpin bangsa harus dipersiapkan menjadi orangtua, keluarga dan calon-calon pemimpin masa depan yang mumpuni dan mempunyai kepedulian, sensitivitas dan perpekstif anak," katanya.

Mengingat kampus dan kalangan akademisi adalah komunitas dan lembaga strategis untuk dipersiapkan sebagai dapur gerakan perlindungan anak maka sudah saatnya dibuat sebuah jurusan dan mata kuliah wajib Perlindungan anak yang sungguh-sungguh menjadi jurusan strategis di masing-masing universitas,

Menurutnya, untuk membangun  gerakan perlindungan anak Sekampung diseluruh wilayah Banten yang massif dan berkesimbangan,  sangat diperlukan kehadiran pemerintah sebagai penyelenggara undang-undang  dan konstitusi dan atas dukungan legislatif untuk memberikan pengawasan terhadap pelaksanaan undangan dan anggaran.

Diakhir sessi Seminar, Dhanang Dasongko yang juga merupakan Direktur PAUD Institut  menekankan bahwa pendidikan bagi anak usia dini masa kini didaerah milenial harus dilakukan lebih mengedepankan pada strategi partisipasi anak dan memberikan akses seluas-luas bagi anak untuk menyampaikan pendapat dan pikirannya.

Artinya orangtua lebih berperan sebagai falisitator anak  dalam setiap keluarga untuk mendidik anak, oleh sebab itu setiap keluarga dan orangtua harus mampu dan berani merubah paradigma pola pengasuhan dan pengajaran yang  otoriter menjadi dialogis dan partisipatif. (R-07)


  • Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a Comment

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Item Reviewed: Aktifis Banten Gaungkan Gerakan Perlindungan Anak Sekampung Rating: 5 Reviewed By: Banten Post