Latest News
Kamis, 26 Oktober 2017

Warga Serang Skeptis Hadapi Pilkada 2018, Ini Alasannya


Bantenpost.com |
Sebagian masyarakat kota Serang sangat skeptis dalam menanggapi fenomena politik jelang Pilkada Kota Serang 2018.  Ada beberapa faktor yang melandasi sikap masyarakat tersebut.

Satu sisi masyarakat tidak merasakan dampak pembangunan yang signifikan, mengingat Kota Serang sudah berusia 10 tahun dan atau sama dengan telah melakukan Pilkada dua kali.

Di sisi lain, selama dua periode hasil pembangunan yang tidak signifikan, ini sebagai akibat efek domino dari praktik politik transaksional ketika Pilkada berlangsung tahun lalu.

Sebenarnya masyarakat tidak terlalu menuntut banyak terhadap pemerintahan yang ada.  Masyarakat hanya menginginkan Pemerintah Kota Serang agar memperhatikan hajat hidup dasar, masyarakat secara simultan dan gradual sesuai dengan rencana pembangunan jangka panjang daerah (RPJPD) Kota Serang.

Pendapat masyarakat diatas menggambarkan dilema demokrasi di Indonesia, lebih khusus lagi di Kota Serang. 

Pada dasarnya demokrasi ingin melibatkan masyarakat berpartisipasi secara aktif dalam kehidupan politik, tetapi makna positif dari demokrasi tersebut mengalami distorsi ketika dimanfaatkan oleh para petualang politik dengan cara membuat regulasi-regulasi yang tidak memihak kepada rakyat.  Sehingga peran partai sebagai unsur vital dari demokrasi cenderung mendapatkan penilaian negatif dari masyarakat karena dianggap melakukan praktek politik pragmatis sesuai dengan kepentingannya.

Salah seorang mahasiswa pascasarjana yang peduli terhadap keadaan kota kelahirannya, Wiradi mengatakan, dirinya merasakan mosi tidak percaya begitu tinggi dari masyarakat terhadap Pilkada yang akan datang.  Hal ini disebabkan fenomena kemunculan bakal calon yang ditandai dengan banyaknya pemasangan poster-poster tidak menggambarkan figur yang siap memimpin. 

"Terbukti sampai hari ini belum ada bakal calon dari partai yang sudah berpasangan," katanya.

Keadaan seperti ini memperkuat sinyal bahwa sedang berlangsung praktek politik transaksional.  Terlebih lagi dari sekian banyak bakal calon yang digadang-gadang adalah sosok yang tidak bisa melepaskan dirinya dari hegemoni politik saat ini.

Namun demikian sebagai warga kota yang baik, Wiradi mengajak kepada masyarakat yang memiliki hak suara agar tidak menjadi golput, tetapi harus tetap menyalurkan hak politiknya pada Pilkada yang akan datang agar harapan masyarakat Kota Serang dapat terwujud.  Karena dimungkinkan Pilkada yang akan datang diikuti oleh kandidat dari Jalur Perseorangan yang cenderung bebas dari praktek politik dagang sapi.

Ia juga menyerukan, kepada masyarakat Kota Serang agar cerdas dalam menentukan pemimpin Kota Serang yang akan datang, jangan mengorbankan kehidupan lima tahun ke depan hanya demi sejumlah kompensasi disaat serangan fajar.
        
Harapan masyarakat diatas bukan hal yang utopis, mengingat peta politik di Kota Serang secara faktual memberikan peluang besar bagi hadirnya bakal calon dari jalur perseorangan sebagai bentuk pengejawantahan amanat rakyat.

Berdasarkan Data BPS Kota Serang terdiri dari 6 kecamatan dan 66 kelurahan, sedangkan menurut data KPU jumlah DPT yang tersebar diwilayah adminstrasi Kota Serang, sebanyak 455.291 pemilih.  Hal ini berarti bakal calon dari jalur perseorangan  akan dapat mengikuti kancah Pilkada Kota Serang hanya dengan mengumpulkan KTP sebanyak 38.700 atau sama dengan 8,5 % dari jumlah DPT secara keseluruhan.

Angka-angka diatas akan mengantarkan Kota Serang ke arah yang lebih baik jika masyarakat memiliki kesadaran dan keberanian politik dengan cara berperan sebagai pendukung aktif terhadap bakal calon dari jalur perseorangan.  Sudah sewajarnya warga Kota Serang memiliki keberanian yang tinggi sebagaimana telah diwariskan oleh leluhurnya dengan cara mendukung secara aktif mensukseskan perubahan mendasar peta politik di tanah Jawara. (Saeful/SBN)


  • Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Item Reviewed: Warga Serang Skeptis Hadapi Pilkada 2018, Ini Alasannya Rating: 5 Reviewed By: Banten Post