Latest News
Kamis, 05 Oktober 2017

Terjadi di SMP Negeri 15 Kota Serang, Seorang Siswa Bookongnya Ditendang


BantenPost.Com |
Berawal dari jepretan camera handphone, seorang Kakak kelas pada senin 2 Oktober 2017, diduga tega menganiaya adik kelasnya MRF (12)  siswa Sekolah Menegah Pertama (SMP) Negeri 15 Kota Serang dengan cara menendang bokong berulangkali.

ihwal ini terjadi, ketika korban dan 10 orang temannya memotret  korban tanpa sepengetahuannya, saat itu tangan korban berada dipundak salah seorang wanita yang merupakan rekan sekelasnya dengan niat becanda, lalu photo tersebut disebar luaskan kepada teman korban hingga sampai ke guru.

MRF saat dikonfirmasi mengatakan, kesokan harinya (03/10/17) usai photo itu tersebar, dirinya dipanggil keruang osis, lalu Kakak kelasnya bertanya apa maksud dan tujuan melakukan hal tersebut.

"Apa gak malu tah, itu bisa mencemarkan nama baik sekolah," MRF meniru apa yang dikatakan Kakak kelasnya.

Setelah itu, MRF dipanggil keruang guru dengan diantar oleh 11 teman kelasnya, sambil menagis karena tak tahan dengan rasa sakit usai ditendangi oleh Kakak kelasnya.

Mengetahui hal itu, Julaeha dan Itoh seorang guru memangil pelaku berinisial N dan mengatakan jangan main hakim sediri, lantas N diperintahkan untuk meminta maaf.

Setelah pelaku dipanggil oleh guru dijam istirahat satroni MRF sambil berbicara "Orang tua gw dipanggil lo yang gw habisin," ancam N beserta teman-temannya terlihat dengan kepalan tangan seakan ingin memukul.

Tak terima perilaku Kakak kelas, MRF didampingi sang Paman Sofiyan mendatangi sekolah, kemudian membawa MRF ke Rumah Sakit untuk melakukan visum, lalu kembali ke sekolah untuk meminta pertangungjawaban terkait dugaan penganiayaan terhadap MRF.

"pada Selasa 3 Oktober 2017, ibu MRF melaporkan kepihak kepolisian Resorta Kota Serang. Akan tetapi  tidak diberikan tanda terima laporan oleh anggota Polres Kota Serang, dengan alasan menyuruh upaya damai, Setelah pelaporan anggota polisi ikut hadir di SMPN 15 Kota Serang untuk melakukan musyawarah. dan kesimpulannya jika dalam satu minggu tidak ada musyawarah mufakat kedua belah pihak maka laporan dari pihak korban diterima," terang Sofiyan.

Sementara itu, Aktivis Senior di Banten Hanafi Habib yang juga kerabat korban mengecam keras atas terjadinya peristiwa dugaan penganiayaan ini. Dugaan main hakim sendiri apalagi dilingkungan sekolah tak dapat dibenarkan.

"Saya telah melakukan konfirmasi ke pihak sekolah, namun diduga pihak sekolah seperti membela pelaku penganiayaan," terang Hanafi, Rabu (4/10/2017).

Hanafi juga meminta agar aparat hukum dapat menindak tegas dugaan penganiayaan terhadap MRF selaku korban tanpa pandang bulu, dan meminta kepada jajaran pemintahan Kota Serang khususnya Dinas Pendidikan dan walikota Serang agar tanggap akan hal ini.

"Agar dikemudian hari tidak ada lagi korban main hakim sendiri yang merugikan pihak korban," pungkas Hanafi.

Saat dikonfirmasi SBN atas peristiwa ini, kepala sekolah SMP Negeri 15 pada Kamis (5/10/17), hingga saat ini tidak ada jawaban. (R-02/sumber: SBNews)
  • Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Item Reviewed: Terjadi di SMP Negeri 15 Kota Serang, Seorang Siswa Bookongnya Ditendang Rating: 5 Reviewed By: Banten Post