Latest News
Tuesday, March 22, 2016

Pengamat Minta Warga Jakarta Waspadai Pemimpin Sesat

Pengamat politik meminta kepada masyarakat Jakarta khususnya dan umumnya Indonesia untuk tidak mendengarkan kata-kata sesat yang dilontarkan oleh pemimpin yang mengatakan bahwa lebih baik berucap kasar daripada korupsi.

"Saat ini masyarakat Jakarta itu telah disesatkan pikirannya dengan adanya omongan: lebih baik kasar dan tegas tetapi tidak korupsi," kata Petrus Sihombing, beberapa waktu lalu di salah satu hotel di kawasan Cikini, Jakarta Pusat.

Atas adanya kata-kata demikian, bahkan Petrus meminta bantuan agar disebar ke ranah media sosial. Tujuannya adalah agar tidak adanya pembenaran dari kata-kata tersebut.

Ia pun mengatakan bahwa hal demikian jauh dari etika pemimpin. Terlebih di saat adanya perlakuan yang dipublikasi oleh ulah pemimpin tersebut.

"Sebar ke media sosial. Dia itu tidak beradab. Apalagi di ruang publik, seharusnya kan tidak dijadikan ajang keributan. Dan mereka mainkan itu secara tidak beradab," tegasnya.

Sebab, bagaimanapun menurutnya komunikasi merupakan salah satu yang tidak dipisahkan dalam memimpin.

"Semua itu kan dengan komunikasi. Karena komunikasi itu juga persoalan substansi. Lihat saja para menteri yang balas pantun. Dengan itu saja (komunikasi) mereka bisa ribut," tutupnya. (R/voa-islam)
  • Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a Comment

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Item Reviewed: Pengamat Minta Warga Jakarta Waspadai Pemimpin Sesat Rating: 5 Reviewed By: Banten Post