Latest News
Friday, March 25, 2016

Jamu Gendong Tergusur, Jamu Online Marak di Jogja

UMUMNYA pedagang jamu adalah kaum Ibu dan terkadang berusia tua. Namun, di Pasar Kranggan dua penjual jamunya adalah pria. Mereka adalah Hari Wahyudi (36) dan Nugroho 'Nugi' (34) di Kawasan Selatan Pasar Kranggan.

Tangan Nugi dan Hari tampak menguning karena harus memeras bahan jamu yang berasal dari tumbuhan dan empon-empon. Hal itu tidak menyurutkan keduanya untuk berdagang dan sampai saat ini sudah berlangsung 8 bulan meneruskan usaha ibu dan simbahnya.

"Baru saja memang tapi semua resep warisan simbah kami, Mbah Pawiro yang sudah sejak tahun 60-an berjualan di sini," ungkap Hari di sela melayani pembeli Jumat (25/03/2016).

Jamu uyub-uyub, kunir asem, beras kencur, pegal linu, sehat pria dan banyak racikan lain dengan mudah dibuat di lokasi jualan yang sebenarnya cukup sempit tersebut.  Sejak pukul 05.00 WIB dua pria ini tak berhenti melayani permintaan pembeli hingga tak terasa lima kilogram jamu deplokan mereka habis terjual tepat saat jarum jam menunjukkan pukul 10.00 WIB.

Saat ini, kakak beradik ini memainkan sosial media guna memperluas pasar. Akun instagram Jamu_Pasar_Kranggan dan akun facebook dengan nama sama pun menjadi perhatian tersendiri bagi netizen. Akibatnya, demplot jamunya selalu dibanjiri pengunjung.

"Pesan kami berdua pokoknya jauhi narkoba dan perbanyak minum jamu agar sehat. Seperti pesan sponsor sih tapi tidak apa-apa," ungkapnya.

Berjualan jamu bagi keduanya bukan keputusan mudah karena Hari merupakan lulusan Fakultas Hukum Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Sedangkan Nugi merupakan lulusan Akademi Pariwisata Ampta yang berarti sangat bertolak belakang dari apa yang dipelajari di bangku kuliah.  Setelah ibunda tercinta meninggal dunia, keduanya bersepakat kembali melanjutkan usaha turun temurun ini.

"Kakak-kakak saya sudah punya dunia yang disenangi dan merasa bahagia dengan hal itu, maka kami berdua yang akhirnya meneruskan usaha jamu ini. Tidak mengapa jauh dari ilmu kami, tapi kami bahagia bisa melestarikan usaha yang menyehatkan banyak orang," ungkap Hari. (krjogja/R)
  • Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a Comment

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Item Reviewed: Jamu Gendong Tergusur, Jamu Online Marak di Jogja Rating: 5 Reviewed By: Banten Post